Senin, 31 Mei 2010

Pengaruh TI Dalam Auditing

Tantangan utama para auditor saat ini muncul dari keterikatan terhadap konvensi dasar cost histories laporan keuangan, yang mana tidak dapat dilpeas dari konvensi akuntansi keuangan yang ditetapkan oleh pihak lain, yakni penentu standar akuntansi. Dan umumnya, kantor akuntan publik menjalankan dua jenis jasa terhadap kliennya, yaitu:
a. Jasa atestasi, muncul karena
• Ada pihak yang memerlukan informasi.
• Penyedia informasi mempunyai interest yang berbeda para user.
• Informasi yang dihasilkan dapat di audit.
• Anlisis biaya dan manfaat yang dinilai layak
Jasa atestasi ini di era informasi semakin besar peluang untuk berbisnis bagi auditor.
b. Jasa konsultasi, setiap pekerjaan konsultasi manajemen, kantor akuntan publik semakin dituntut untuk memberikan advis manajemen dengan cepat dan tepat yang dapat memberikan dampak kinerja perusahaan lebih baik, yaitu mengarahkan rancangan sistem informasi yang dapat menciptakan keunggulan kompetitif, sehingga advis yang diberikan tidak hanya terbatas pada laporan audit maupun SPT pajak namun juga mampu mengidentifikasi aktivitas klien yang memberikan added value (nilai tambah), meminimumkan biaya aktivitas serta sekaligus dapat meningkatkan nilai tambah perusahaan.
Pemanfaatan teknologi informasi (IT) dalam audit semakin luas dan semakin banyak perkantoran akuntan publik yang menggunakan generalized audit software karena semakin meningkat produktivitas dalam menjalankan pekerjaan audit dengan electronic working papers, sementara di pihak lain, system informasi yang diterapkan klien dengan basis komputer yang memungkinkan pekerjaan audit dilaksanakan secara on line, akibatnya manfaat audit yang diperoleh semakin cepat bagi yang membutuhkan informasi.
Untuk itu para auditor dalam memberikan advis kepada klien di era informasi ini diharapkan memilki kemampuan :
• Memahami nilai strategis system informasi.
• Memahami aktivitas utama klien dalam menciptakan nilai tambah.
• Memberikan alternatif tindakan untuk menciptakan nilai yang lebih besar dengan bantuan teknologi informasi.
• Mengidentifikasi, memanej, dan mengembangkan sumberdaya organisasi agar memberikan nilai tambah yang lebih besar.

(http://p3m.amikom.ac.id/p3m/dasi/2010/MANAJERIALSeptember2008/4%20 %20%20STMIK%20AMIKOM%20YOGYAKARTA%20-%20DAMPAK%20PERKEMBANGAN%20TEKNOLOGI%20INFORMASI%20DALAM%20PROFESI%20AKUNTAN%20DAN%20IMPLIKASINYA.pdf).
Saran adalah kita dapat mengetahui apa saja yang menjadi pengaruh TI (Teknologi Industri) di dalam dunia auditing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar