1. PENGERTIAN
Pengertian Teknik Industri berdasarkan IIE (Institute of Industrial and System Engineering) adalah sebagai berikut :
“Industrial Engineering is concerned with the design, improvement, and installation of integrated system of people, materials, information, equipment, and energy. It draws upon specialized knowledge and skill in the mathematical, physical, and social sciences together with the principles and methods of engineering analysis and design to specify, predict, and evaluate the result to be obtained from such system.”
Teknik Industri adalah suatu teknik yang mencakup bidang desain, perbaikan, dan pemasangan dari sistem integral yang terdiri dari manusia, bahan-bahan, informasi, peralatan dan energi. Hal ini digambarkan sebagai pengetahuan dan keterampilan yang spesifik pada metematika, fisika, dan ilmu-ilmu sosial bersama dengan prinsip dan metode dari analisis keteknikan dan desain untuk mengkhususkan, memprediksi, dan mengevaluasi hasil yang akan dicapai dari suatu sistem.
Teknik Industri berkenaan dengan proses untuk memperbaiki performansi keseluruhan dari sistem yang dapat diukur dari ukuran-ukuran ekonomi, pencapaian kualitas, dampak terhadap lingkungan, dan bagaimana semua hal tersebut dapat memberikan manfaat pada kehidupan manusia.
Teknik Industri juga dapat diartikan sebagai suatu teknik manajemen sistem, yaitu suatu teknik yang mengatur sistem tersebut secara keseluruhan dengan mempertimbangkan aspek-aspek yang terkait. Aspek-aspek tersebut antara lain manusia sebagai aspek terpenting, mesin dan material. Teknik Industri mengatur agar sistem tersebut berjalan dengan cara yang paling produktif, efektif dan efisien.
2. PROFESI TEKNIK INDUSTRI
Seorang sarjana teknik industri menjadikan industri sebagai titik awal dan pusat pengembangan karirnya. sarjana teknik industri terlibat dalam pengorganisasian, desain tempat kerja dan laju aliran materi dalam proses produksi di pabrik. Lapangan kerja bagi sarjana teknik industri di zaman sekarang meluas, tidak hanya di manufaktur tetapi juga di bidang non-manufaktur seperti rumah sakit, toko retail, perbankan, dan lain-lain.
Dalam buku sumber, profesi teknik industri memiliki kompetensi-kompetensi berikut:
2.1 Work Design and Measurement
Teknik mengukur performa kerja supaya standar waktu kerja dapat ditentukan. Dengan begitu, jadwal kerja harian dapat dirancang dari jadwal produksi total (jangka panjang). Di bidang ini juga digunakan Predetermined Time Systems.
2.2 Plant Location and layout
Kemampuan tata letak dan lokasi pabrik, meliputi mengumpulkan, melakukan kompilasi, dan mengevaluasi data yang diperlukan untuk membuat keputusan lokasi terbaik untuk pabrik.
2.3 Engineering Economy
Kemampuan mengimplementasikan sisi ekonomi dalam engineering. Sesuai yang diajarkan oleh Henry Towne.
2.4 Production Planning and Inventory Control
Kemampuan mengeset level keseluruhan output manufaktur untuk mendapatkan rating produksi yang bisa meraih target perusahaan dan menjaga production force tetap stabil.
2.5 Statistical Quality Control
Kemampuan mendata output kerja secara statistik.
2.6 Linear Programming
Kemampuan menyederhanakan langkah kerja dan juga menyusun sistem kerja yang linear sehingga mempermudah produksi.
2.7 Operations Research
Kemampuan untuk survei dan riset mengenai sistem operasi yang baik dan efisien.
Dengan keahliannya, profesi-profesi yang tersedia bagi seorang sarjana teknik industri di antaranya:
A. Konsultan
Seorang sarjana teknik industri dapat mengevaluasi sitem kerja sebuah perusahaan dan mendesain sebuah solusi sistem yang lebih baik, untuk meningkatkan produktifitas perusahaan. 6 fungsi utama dari seorang Konsultan, yaitu:
• Mengembangkan dan mengoptimalisasikan potensi-potensi yang ada dalam suatu perusahaan atau industri.
• Memberikan saran-saran, menerapkan pengalaman-pengalamannya dalam suatu perusahaan.
• Menganalisa permasalahan yang ada dalam suatu perusahaan.
• Sebagai katalisator, dengan mengembangkan sistem manajerial.
• Mengadakan pelatihan dan pembelajaran.
• Menginovasikan, memadukan, dan menerjemahkan teknologi, program, dan pemecahan masalah.
B. Supervisor
Bidang ini mengawasi jalannya sistem produksi di pabrik. Supervisor membutuhkan pengetahuan tentang ergonomi kerja, statistik dan ilmu teknik industri lainnya.
C. Manajer
Sejak ditemukannya “scientific management” oleh Taylor dan “administrative and behaviour management”, sarjana teknik industri memiliki kompetensi untuk mengatur dan mengoptimasi kerja organisasi.
3. PROFIL LULUSAN TEKNIK INDUSTRI
Profil dan Kompetensi Sarjana Teknik Industri :
• Mampu mengidentifikasi, menformulasikan, dan memecahkan masalah-masalah sistem integral menggunakan alat-alat pokok analitikal, komputasional, dan/atau eksperimantal.
• Mempunyai wawasan luas sehingga dapat memahami dampak penerapan keilmuan Teknik Industri terhadap konteks global/sosial.
• Mampu berkomunikasi secara efektif
• Mampu bekerja sama dalam kelompok yang bersifat multi disiplin, baik dalam peran sebagai pemimpin maupun anggota kelompok.
• Mampu menerapkan teknik dan alat analisis baru yang diperlukan dalam menjalankan praktik profesi ke-teknik-industrian-nya.
• Memahami dan menyadari tanggung jawab profesi dan etika.
4. BASIC KNOWLEDGE AND TOOLS
Basic Knowledge : Tool :
> Mathematics > Industrial Engineering Method
> Physical Phenomena > Systemic and Integrated
> Engineering Sciences Process :
> Social Sciences > Design
5. KELOMPOK KEAHLIAN
5.1 Rekayasa Sistem Manufaktur
• Perancangan (Design): mampu merancang sistem manufaktur dimulai dari penjabaran kebutuhan pasar menjadi parameter design dan rancangan produk serta sistem manufakturnya.
• Perekayasaan (Engineering) : memahami rekayasa transformasi produksi khususnya yang terkait dengan interajsi man, machine dan material.
• Fabrikasi (Manufacturing) : mampu menangani proses pembuatan produk serta menguasai metode pengoperasian pabrik dan fungsi manajemen yang terkait serta perbaikannya (improvement).
• Wawasan usaha (Business Insight) : mampu mengidentifikasikan kebutuhan pasar serta peluang usaha dan memperkirakan kelayaka usahanya.
5.2 Rekayasa Manajemen Industri
• Perancangan (Design) : mampu merancang sistem manajemen yang sesuai dengan karakteristik sistem manufakturnya.
• Pengoperasian (Operation): memahami dan mampu menangani proses manajemen (Planning, Organizing, Actuating, Controlling), mampu untuk memimpin, memotivasi serta bekerja sama dengan berbagai unsur yang terkait (Leadership).
• Perbaikan (Improvement) : mampu mengenali masalah dan melakukan perbaikan
• Wawasan Usaha (Business Insight) : mampu mengidentifikasikan kebutuhan pasar serta peluang usaha dan memperkirakan kelayakan usahanya serta merealisasikannya.
Penilaian untuk bacaan ini: sangat bermanfaat untuk pemula yang ingin mengetahui tentang teknik industri.
(http://id.shvoong.com/internet-and-technologies/1901719-sekilas-tentang-teknik-industri/
Senin, 31 Mei 2010
Sabtu, 29 Mei 2010
Hubungan Disiplin Teknik Industri dengan Disiplin Ilmu lain
ILMU DASAR DISIPLIN TEKNIK INDUSTRI
Ilmu-ilmu operasional yang meliputi :
• Analisis dan perancangan kerja.
• Pengawasan operasi.
• Manajemen operasi.
Tiga kriteria yang harus dilakukan agar aplikasi TI dapat berhasil yaitu :
• Kualitas.
• Waktu.
• Biaya.
Tujuan TI ~ menjamin bahwa produk/jasa yang dihasilkan berkualitas, tepat waktu dan dengan biaya yang sesuai.
Ilmu yang termasuk dalam analisis dan perancangan operasi adalah :
Analisis Perancangan Kerja (Method engineering) merupakan studi yang mempelajari secara sistematis seluruh operasi langsung & tdk langsung unt mendapatkan perbaikan-perbaikan sistem kerja. Dalam ME dibahas studi kerja (work study) & pengukuran kerja (work measurement). Studi kerja berkaitan dengan pencarian prosedur pelaksanaan kerja. Pengukuran kerja berkaitan dengan penentuan waktu standar yang digunakan dalam melaksanaan kegiatan kerja.
Ergonomi (Human factor) adalah ilmu yang mempelajari tentang keterkaitan orang dengan lingkungan kerjanya. Ilmu ini muncul akibat banyaknya kesalahan yang dilakukan dalam proses kerja yaitu kesalahan dalam perancangan atau prosedur kerja. Sejumlah peralatan kerja dirancang tidak sesuai dengan kondisi fisik, psikis dan lingkungannya. Empat dasar subkategori utama dalam ergonomi, yaitu : skeletal/muscular (kerangka/otot); sensory (alat indera); environmental (lingkungan) dan mental.
Perencanaan dan Perancangan Fasilitas meliputi penentuan/penempatan lokasi fasilitas, tat letak fasilitas. Tujuan dari perencanaan & perancangan fasilitas adalah untuk mendapatkan biaya yang minimaum.
Material Handling, tujuan dari MH adalah untuk meminimumkan MHC, karena seringkali MH menimbulkan biaya yang tdk sedikit.
Riset Operasional, meliputi penentuan pola-pola distribusi barang, pola-pola jaringan yang efisien dan optimalitas.
Sistem Produksi , aktivitas mengolah atau mengatur penggunaan sumber daya (resources) yang ada dlm memproduksi barang/ jasa dengan tujuan efisiensi dan efektifitas dalam proses produksi. Termasuk dalam aktivitas proses produksi adalah : pemilihan mesin, estimasi biaya, sistem perawatan, sistem produksi tepat waktu (just in time), pengawasan persedian, pengendalian kualitas, dan lain-lain.
Manajemen, merupakan karya seni dan ilmu dalam memerintah, mengatur orang dengan menggunakan fungsi-fungsi manajemen seperti perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), dan pengawasan (controlling).
Simulasi, suatu metodologi untuk melakukan percobaan dengan menggunakan model dari sistem nyata. Seperti antrian orang di airport, antrian mobil di SPBU/parkir, nasabah di Bank, barang yang antri di proses produksi dan lain-lain. (202.91.15.14/upload/files/2523_WEB-Joko.ppt).
Ilmu-ilmu operasional yang meliputi :
• Analisis dan perancangan kerja.
• Pengawasan operasi.
• Manajemen operasi.
Tiga kriteria yang harus dilakukan agar aplikasi TI dapat berhasil yaitu :
• Kualitas.
• Waktu.
• Biaya.
Tujuan TI ~ menjamin bahwa produk/jasa yang dihasilkan berkualitas, tepat waktu dan dengan biaya yang sesuai.
Ilmu yang termasuk dalam analisis dan perancangan operasi adalah :
Analisis Perancangan Kerja (Method engineering) merupakan studi yang mempelajari secara sistematis seluruh operasi langsung & tdk langsung unt mendapatkan perbaikan-perbaikan sistem kerja. Dalam ME dibahas studi kerja (work study) & pengukuran kerja (work measurement). Studi kerja berkaitan dengan pencarian prosedur pelaksanaan kerja. Pengukuran kerja berkaitan dengan penentuan waktu standar yang digunakan dalam melaksanaan kegiatan kerja.
Ergonomi (Human factor) adalah ilmu yang mempelajari tentang keterkaitan orang dengan lingkungan kerjanya. Ilmu ini muncul akibat banyaknya kesalahan yang dilakukan dalam proses kerja yaitu kesalahan dalam perancangan atau prosedur kerja. Sejumlah peralatan kerja dirancang tidak sesuai dengan kondisi fisik, psikis dan lingkungannya. Empat dasar subkategori utama dalam ergonomi, yaitu : skeletal/muscular (kerangka/otot); sensory (alat indera); environmental (lingkungan) dan mental.
Perencanaan dan Perancangan Fasilitas meliputi penentuan/penempatan lokasi fasilitas, tat letak fasilitas. Tujuan dari perencanaan & perancangan fasilitas adalah untuk mendapatkan biaya yang minimaum.
Material Handling, tujuan dari MH adalah untuk meminimumkan MHC, karena seringkali MH menimbulkan biaya yang tdk sedikit.
Riset Operasional, meliputi penentuan pola-pola distribusi barang, pola-pola jaringan yang efisien dan optimalitas.
Sistem Produksi , aktivitas mengolah atau mengatur penggunaan sumber daya (resources) yang ada dlm memproduksi barang/ jasa dengan tujuan efisiensi dan efektifitas dalam proses produksi. Termasuk dalam aktivitas proses produksi adalah : pemilihan mesin, estimasi biaya, sistem perawatan, sistem produksi tepat waktu (just in time), pengawasan persedian, pengendalian kualitas, dan lain-lain.
Manajemen, merupakan karya seni dan ilmu dalam memerintah, mengatur orang dengan menggunakan fungsi-fungsi manajemen seperti perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), dan pengawasan (controlling).
Simulasi, suatu metodologi untuk melakukan percobaan dengan menggunakan model dari sistem nyata. Seperti antrian orang di airport, antrian mobil di SPBU/parkir, nasabah di Bank, barang yang antri di proses produksi dan lain-lain. (202.91.15.14/upload/files/2523_WEB-Joko.ppt).
Definisi Dan Ruang Lingkup Teknik Industri
Menurut Blanchard, teknik industri adalah aplikasi sistematis dari kombinasi sumberdaya fisik dan alam dengan suatu cara tertentu untuk menciptakan, mengembangkan,memproduksi dan mendukung suatu produk atau suatu proses dimana secara ekonomis mencakup beberapa bentuk kegunaan bagi manusia.
Menurut Institute of Industrial Engineering (IIE), teknik industri adalah disiplin ilmu teknik/engineering yang menangani pekerjaan-pekerjaan perancangan (design), perbaikan (improvement), penginstalasian (installation), dan menangani masalah manusia, peralatan, bahan/material, informasi, energi secara efektif dan efisien.
Aktifitas-aktivitas yg dpt dilakukan disiplin Teknil Industri (menurut American Institute of Industrial Engineering = AIIE) adalah :
1. Perencanaan dan pemilihan metode kerja dalam proses produksi.
2. Pemilihan dan perancangan perkakas kerja serta peralatan yang dibutuhkan dalam proses produksi.
3. Desain fasilitas pabrik, termasuk perencanaan tata letak asilitas produksi, peralatan pemindahan material.
4. Desain dan perbaikan sistem perencanaan dan pengendalian untuk distribusi barang/jasa, pengendalian persediaan, pengendalian kualitas.
5. Pengembangan system pengendalian ongkos produksi (pengendalian budget, analisa biaya standar produksi, dll).
6. Perancangan dan pengembangan produk.
7. Desain dan pengembangan system pengukuran performans serta standar kerja.
8. Pengembangan dan penerapan system pengupahan dan pemberian insentif.
9. Perencanaan dan pengembangan organisasi, prosedur kerja.
10. Analisa lokasi dengan mempertimbangkan pemasaran, bahan baku, suplai TK.
11. Aktivitas penyelidikan operasional dengan analisa matematik, simulasi, program linier, teori pengambilan keputusan dll.
Perkembangan dan Organisasi yang mendukung berdirinya disiplin Teknik Industri :
a. American Society of Mechanical Engineering (ASME). Organisasi ini pertama kali mendiskusikan konsep-konsep teknik industri dan merupakan persemaian dari timbulnya konsep teknik industri.
b. Pada thn 1912 berdiri organisasi bernama. The Efficiency Society dan The Society to Promote the Science of Management yang kemudian pada tahun 1915 keduanya bergabung menjadi The Taylor Society. Organisasi ini bertujuan mengembangkan konsep-konsep manajemen umum yang yang diperkenalkan oleh Frederick Winslow Taylor.
c. Tahun 1917 berdiri Society of Industrial Engineering (SIE) yang mewadahi para spesialis produksi maupun para manajer sebagai pembanding terhadap filosofi manajemen umum yang telah dikembangkan oleh Taylor.
d. Tahun 1917 berdiri Society of Industrial Engineering (SIE) yang mewadahi para spesialis produksi maupun para manajer sebagai pembanding terhadap filosofi manajemen umum yang telah dikembangkan oleh Taylor.
e. Tahun 1932 berdiri The Society of Manufacturing Engineer (SME) untuk mengembangkan pengetahuan di bidang manufaktur.
f. Tahun 1936 The taylor Society dan The Society of Industrial Engineering bergabung menjadi The Society for Advancement Management (SAM).
g. Program studi Teknik Industri pertama kali dibuka pada tahun 1908 di Pennsylvania State University.
h. Tahun 1948 berdiri The American Society of Industrial Engineering dengan didukung sekitar 70 negara AIIE berkembang menjadi organisasi internasional dengan nama Institute of Industrial Engineering (IIE).
i. Pendidikan Teknik Industri di Indonesia diperkenalkan oleh Bapak Matthias Aroef pada tahun 1958 setelah menyelesaikan studi di Cornell University.
j. Tahun 1960 membuka sub jurusan Teknik Produksi di Jurusan Teknik Mesin, sebagai embrio berdirinya Teknik Industri.
k. Tahun 1971 berdiri Jurusan Teknik Industri yang terpisah dengan Teknik Mesin yang kemudian mengawali pendidikan Teknik Industri di Indonesia.
l. Pada saat ini telah berkembang pendidikan Teknik Industri baik di PTN maupu PTS.
m. Tahun 1967 berdiri Persatuan Ahli Teknik Industri (Persati), kemudian pada tahun 1987 berdiri Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri Indonesia (ISTMI) sampai saat ini.(202.91.15.14/upload/files/2523_WEB-Joko.ppt).
Menurut Institute of Industrial Engineering (IIE), teknik industri adalah disiplin ilmu teknik/engineering yang menangani pekerjaan-pekerjaan perancangan (design), perbaikan (improvement), penginstalasian (installation), dan menangani masalah manusia, peralatan, bahan/material, informasi, energi secara efektif dan efisien.
Aktifitas-aktivitas yg dpt dilakukan disiplin Teknil Industri (menurut American Institute of Industrial Engineering = AIIE) adalah :
1. Perencanaan dan pemilihan metode kerja dalam proses produksi.
2. Pemilihan dan perancangan perkakas kerja serta peralatan yang dibutuhkan dalam proses produksi.
3. Desain fasilitas pabrik, termasuk perencanaan tata letak asilitas produksi, peralatan pemindahan material.
4. Desain dan perbaikan sistem perencanaan dan pengendalian untuk distribusi barang/jasa, pengendalian persediaan, pengendalian kualitas.
5. Pengembangan system pengendalian ongkos produksi (pengendalian budget, analisa biaya standar produksi, dll).
6. Perancangan dan pengembangan produk.
7. Desain dan pengembangan system pengukuran performans serta standar kerja.
8. Pengembangan dan penerapan system pengupahan dan pemberian insentif.
9. Perencanaan dan pengembangan organisasi, prosedur kerja.
10. Analisa lokasi dengan mempertimbangkan pemasaran, bahan baku, suplai TK.
11. Aktivitas penyelidikan operasional dengan analisa matematik, simulasi, program linier, teori pengambilan keputusan dll.
Perkembangan dan Organisasi yang mendukung berdirinya disiplin Teknik Industri :
a. American Society of Mechanical Engineering (ASME). Organisasi ini pertama kali mendiskusikan konsep-konsep teknik industri dan merupakan persemaian dari timbulnya konsep teknik industri.
b. Pada thn 1912 berdiri organisasi bernama. The Efficiency Society dan The Society to Promote the Science of Management yang kemudian pada tahun 1915 keduanya bergabung menjadi The Taylor Society. Organisasi ini bertujuan mengembangkan konsep-konsep manajemen umum yang yang diperkenalkan oleh Frederick Winslow Taylor.
c. Tahun 1917 berdiri Society of Industrial Engineering (SIE) yang mewadahi para spesialis produksi maupun para manajer sebagai pembanding terhadap filosofi manajemen umum yang telah dikembangkan oleh Taylor.
d. Tahun 1917 berdiri Society of Industrial Engineering (SIE) yang mewadahi para spesialis produksi maupun para manajer sebagai pembanding terhadap filosofi manajemen umum yang telah dikembangkan oleh Taylor.
e. Tahun 1932 berdiri The Society of Manufacturing Engineer (SME) untuk mengembangkan pengetahuan di bidang manufaktur.
f. Tahun 1936 The taylor Society dan The Society of Industrial Engineering bergabung menjadi The Society for Advancement Management (SAM).
g. Program studi Teknik Industri pertama kali dibuka pada tahun 1908 di Pennsylvania State University.
h. Tahun 1948 berdiri The American Society of Industrial Engineering dengan didukung sekitar 70 negara AIIE berkembang menjadi organisasi internasional dengan nama Institute of Industrial Engineering (IIE).
i. Pendidikan Teknik Industri di Indonesia diperkenalkan oleh Bapak Matthias Aroef pada tahun 1958 setelah menyelesaikan studi di Cornell University.
j. Tahun 1960 membuka sub jurusan Teknik Produksi di Jurusan Teknik Mesin, sebagai embrio berdirinya Teknik Industri.
k. Tahun 1971 berdiri Jurusan Teknik Industri yang terpisah dengan Teknik Mesin yang kemudian mengawali pendidikan Teknik Industri di Indonesia.
l. Pada saat ini telah berkembang pendidikan Teknik Industri baik di PTN maupu PTS.
m. Tahun 1967 berdiri Persatuan Ahli Teknik Industri (Persati), kemudian pada tahun 1987 berdiri Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri Indonesia (ISTMI) sampai saat ini.(202.91.15.14/upload/files/2523_WEB-Joko.ppt).
Sistem Hukum Industri dan Perkembangannya dalam sistem hukum global
Sistem hukum industri memiliki dimensi yang sangat luas dan kompleks serta multidisciplinary, yaitu menyangkut anasir-anasir berikut :
• Hukum sebagai sarana pembaharuan/ pembangunan di bidang industri dalam perspektif ilmu-ilmu yang lain.
• Hukum industri dalam sistem kawasan berdasarkan hukum tata ruang.
• Hukum industri dalam sistem perizinan yang bersifat lintas lembaga dan yurisdiksi hukum industri dalam perspektif global dan lokal.
• Hukum alih teknologi, desain produksi dan hukum konstruksi serta standardisasi
• Masalah tanggungjawab dalam sistem hukum industri.
• Pergeseran hudaya hukum dari ‘ command and control’ ke ‘self-regulatory system’ untuk mengurangi ongkos birokrasi.
Keterkaitan industri lokal dengan aturan main di industri global merupakan sebuah keniscayaan. Adanya GATT dan WTO yang merupakan wadah yang mengatur tata industri baru di dunia memaksa setiap negara yang apabila ingin ikut berpartisipasi dalam pusaran pergerakan ekonomi dunia harus menyesuaikan perangkat hukum dan standarisasi industrinya. Beberapa system hukum global yang harus diadopt dunia antara lain adalah aturan WTO mengenai penundukan sukarela terhadap aturan kelembagaan dunia, ketaatan kepada ketentuan mengenai tarif dan hambatan non tarif, ketentuan-ketentuan mengenai objek sengketa dan mekanisme penyelesaian sengketa, standardisasi dan penghormatan terhadap putusan hukum arbitrase.
Interaksi dalam pergaulan nasional terhadap global mempengaruhi sistem hukum termasuk pengembangan sistem hukum nasional. Peran panel ahli menjadi lebih menonjol dibandingkan dengan peran birokrasi untuk menyelesaikan sengketa bisnis. Muara daripada perkembangan sistem hukum adalah mendorong industrial self-regulatory system, sementara sistem hukum publik diharapkan hanya terbatas untuk mengatur tata lintas hukum perdata internasional, dan menjadi fasilitator dalam pengembangan tata dunia baru yang modern dan almost borderless. Kemajuan teknologi komunikasi memberikan sumbangan besar terhadap pengembangan sistem hukum dan tata dunia baru tersebut. (http://maspurba.wordpress.com/hukum-industri/)
• Hukum sebagai sarana pembaharuan/ pembangunan di bidang industri dalam perspektif ilmu-ilmu yang lain.
• Hukum industri dalam sistem kawasan berdasarkan hukum tata ruang.
• Hukum industri dalam sistem perizinan yang bersifat lintas lembaga dan yurisdiksi hukum industri dalam perspektif global dan lokal.
• Hukum alih teknologi, desain produksi dan hukum konstruksi serta standardisasi
• Masalah tanggungjawab dalam sistem hukum industri.
• Pergeseran hudaya hukum dari ‘ command and control’ ke ‘self-regulatory system’ untuk mengurangi ongkos birokrasi.
Keterkaitan industri lokal dengan aturan main di industri global merupakan sebuah keniscayaan. Adanya GATT dan WTO yang merupakan wadah yang mengatur tata industri baru di dunia memaksa setiap negara yang apabila ingin ikut berpartisipasi dalam pusaran pergerakan ekonomi dunia harus menyesuaikan perangkat hukum dan standarisasi industrinya. Beberapa system hukum global yang harus diadopt dunia antara lain adalah aturan WTO mengenai penundukan sukarela terhadap aturan kelembagaan dunia, ketaatan kepada ketentuan mengenai tarif dan hambatan non tarif, ketentuan-ketentuan mengenai objek sengketa dan mekanisme penyelesaian sengketa, standardisasi dan penghormatan terhadap putusan hukum arbitrase.
Interaksi dalam pergaulan nasional terhadap global mempengaruhi sistem hukum termasuk pengembangan sistem hukum nasional. Peran panel ahli menjadi lebih menonjol dibandingkan dengan peran birokrasi untuk menyelesaikan sengketa bisnis. Muara daripada perkembangan sistem hukum adalah mendorong industrial self-regulatory system, sementara sistem hukum publik diharapkan hanya terbatas untuk mengatur tata lintas hukum perdata internasional, dan menjadi fasilitator dalam pengembangan tata dunia baru yang modern dan almost borderless. Kemajuan teknologi komunikasi memberikan sumbangan besar terhadap pengembangan sistem hukum dan tata dunia baru tersebut. (http://maspurba.wordpress.com/hukum-industri/)
PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI
A. Pengertian
Teknik industri didefinisikan sebagai suatu ilmu teknik yang berkaitan dengan perancangan, perbaikan serta instalasi sistem-sistem yang terintegrasi, yaitu setiap sistem yang terdiri dari manusia, mesin/ peralatan, informasi dan energi (misalkan suatu pabrik).
Ilmu teknik industri memanfaatkan ilmu dan keterampilan tertentu (seperti matematika, fisika, ilmu-ilmu sosial, prinsip-prinsip, methoda analisa serta perancangan dalam bidang teknik) untuk menyatakan, memperkirakan serta mengevaluasi hasil kerja dari sistem terintegrasi di atas.
B. Peminatan TI
Peminatan Teknik Industri terdiri dari dua, yaitu :
1. Sistem Manufaktur
Menekankan pada pembahasan hard system dalam disiplin teknik industri sehingga komponen sistem integral yang dipelajari mempunyai porsi yang merata dengan memperhatikan sistem manual, semi otomatis dan otomatis dalam manufaktur.
2. Manajemen Industri
Menekankan pada pembahasan soft system dalam disiplin teknik industri, dimana komponen manusia sebagai pelaku sistem integral.
C. Sejarah Teknik Industri
1. Sejarah Singkat Engineering
Joe Ogg pimpinan dalam pembuatan film cartoon pada AIIE (American Institute of Industrial Engineering) yang menggambarkan secara primitif :
- Spesialisasi pekerja.
- Methods Study.
- Material Handling.
- Quality Control.
Hal ini diperkirakan terjadi antara 10.000 – 1 juta tahun yang lalu.
* Revolusi Agricultural di Syria dan Iran tahun 8.000 SM.
Di sepanjang sungai: Nil, Euphrates dan Indus menjadi pusat perkembangan populasi penduduk. Di sini mulai berkembang tulis menulis (Writing), sistem pemerintah lokal (Local Government) dan Sains (Science). Sedangkan Untuk pertahanan militer dibangun tembok sebagai benteng di sepanjang sungai tersebut. Sehingga pada zaman ini mulai dikenal engineer di bidang arsitek, irigasi dan militer.
* Egyptian Engineering
Wall of Memphis ( 12 mil ke Utara dari Kairo ).
Hidup seorang raja arsitek bernama Kanofer yang mempunyai anak bernama Imhotep seorang arsitek. Walaupun Imhotep ini seorang arsitek tetapi dia telah meletakkan elemen dasar dari Engineering.
King Khufu’s (Great Piramid) dengan spesifikasi :
756 feet square.
480 feet tinggi.
2.300.000 blok batu @ 2,5 ton (rata-rata).
* Mesopotamian Engineering
Terletak di sebelah Utara Iran : antara Tigris dan Euphrates.
* Greek Engineering
Di Yunani menjadi gudang :
- Seni
- Filosofi
- Sains
- Literatur
- Pemerintahan.
Sekitar 500 – 400 tahun SM menjadi jaman keemasan Yunani ( Golden Age of Greece) di antaranya terdapat filsup terkenal Aristoteles, Plato dan lain-lain.
* Rome Engineering
Perkembangan :
- Civil
- Jalan.
- Jembatan.
- Bangunan.
* Oriental Engineering.
* Europe Engineering.
D. Sejarah Singkat TI
1. Adam Smith
Orang pertama yang memberikan perhatian terhadap bagaimana berproduksi secara efisien (production economics) adalah Adam Smith. Dengan bukunya The Wealth of Nation (1776) ia mempelopori spesialisasi pekerja. Dia melakukan perubahan besar dimana seorang pekerja dapat menghasilkan 1000 pin per hari, setelah digunakan spesialisasi pekerja 10 pekerja dapat menghasilkan 48.000 pin per hari dengan membuat 4 kelompok kerja.
Menurut Adam Smith ada 3 keuntungan yang diperoleh dari adanya spesialisasi pekerja, yaitu :
- Bertambahnya kecakapan atau keterampilan seseorang, jika orang tersebut mengerjakan sesuatu secara berulang-ulang.
- Hemat waktu, yang biasanya hilang karena sering bergantinya pekerjaan, dari mengerjakan sesuatu berpindah mengerjakan yang lain.
- Ditemukannya mesin-mesin atau alat – alat terspesialisir.
Dengan mengkombinasikan ketiga keuntungan tersebut, maka hal ini akan memberikan efisiensi dalam suatu perusahaan yang mengadakan devision of labor karena ongkos/ biaya rendah dan jumlah produksi meningkat.
2. Charles Babbage (1832)
Seorang ahli matematik dan ilmuwan yang menyelidiki proses produksi lebih mendalam lagi.
Setelah melalui penyelidikan yang mendalam, dia berpendapat bahwa pada proses produksi barang-barang terdapat keadaan yang tidak ekonomis, dalam hal pemakaian mesin-mesin dan tenaga manusia.
Bukunya yang berjudul On The Economy of Machinery and Mfg (1852) mengemukakan persoalan bagaimana kita menggunakan mesin-mesin dan mengorganisir orang-orang untuk memproduksi barang-barang dengan efisien dan efektif produsen menggunakan “Scientific Methods“ (Mengkombinasikan faktor-faktor produksi sehingga produksi meningkat dan biaya rendah).
Selalin memperkuat pendapat Adam Smith (Devision of Labor menguntungkan) Charles Babbage juga memperkenalkan Limiting Skill sebagai dasar untuk pembayaran upah.
Hal ini menunjukkan bahwa skills dan waktu yang diperlukan untuk setiap pekerja harus ditentukan atas dasar penyelidikan yang rasional (Skill and Time Studies ).
Dalam hal ini Charles Babbage melakukan penyelidikan atas time studies terhadap pembuatan peniti yaitu menyelidiki berapa waktu yang dibutuhkan untuk “ Time Studies”.
Pada dasarnya Charles Babbage telah memperbaiki idea divison of labor -nya Adam Smith dan mengajukan persoalan apa yang dinamakan “ fair day’s wage, for a fair day’s work” (Upah yang layak untuk pekerjaannya satu hari).
3. Ferdinant Willem Taylor – Pengukuran Waktu.
Ia bekerja di pabrik Baja AS tahun 1881 sebagai pengawas dan melihat pekerja tidak bekerja sebagaimana mestinya. Karena pengaturan jam kerja yang tidak baik. Menugaskan 2 pekerja :
Untuk mengukur seberapa besar tenaga seorang pekerja harus dikeluarkan agar pekerja tersebut dapat memberi hasil maksimal, bukan mengukur kekuatan maksimal.
Bekerja sekuat-kuatnya – hasil banyak tetapi melelahkan dan tidak tahan lama.
Bekerja dengan tenaga sedikit - tahan lama tetapi hasil sedikit.
Diantara keduanya.
Hasil kerja sangat dipengaruhi oleh :
- Lamanya waktu bekerja.
- Lamanya waktu istirahat.
- Frekwensi istirahat.
Jadi bekerja 6 jam dan istirahat 1 jam berbeda hasil yang dicapainya dengan bekerja 5 jam dan istirahat 1 jam atau 2 jam. Begitu pula akan lain hasilnya bila bekerja dengan istirahat dua kali setengah jam.
Sehubungan dengan penerapan hasil penemuannya ini, Taylor melakukan pengukuran – pengukuran waktu dengan menggunakan jam henti (Stop Watch). Sejak itulah pengukuran waktu secara teliti dan ilmiah mulai dilakukan. Dari pengukuran waktu jam henti inilah berkembang cara – cara lain seperti Data Waktu Baku, Data Waktu Gerakan, dan juga Sampling Pekerjaan.
Salah satu percbaan Taylor yang terkenal adalah percobaan menyekop dan mengangkat bijih – bijih besi.
Dua pekerja menyekop dari sekop yang terkecil sampai yang terbesar, ternyata sekop ukuran 21,5 lb yang banyak menghasilkan.
Artinya sekop – sekop yang berukuran lebih kecil atau lebih besar dari 21,5 lb tidak menghasilkan pemindahan sebanyak itu.
Secara umum dapat dikatakan jika bagi pekerjaan sejenis itu dibuatkan grafik yang menunjukkan hubungan antara beban hasil kerja total maka akan terlihat gambar berikut :
Hasil temuan Taylor :
1. Pemikiran dan usaha untuk menyelesaikan berbagai masalah secara ilmiah – The Scientific Management.
2. Mengembangkan bentuk organisasi fungsional.
Rumus umur pahat Taylor.
3. Menyelidiki faktor – faktor yang mempengaruhi umur pahat
4. FB Gilbreth (Studi Gerakan)
Pada mulanya merupakan seorang Kontraktor bangunan di AS :
“ Melihat adanya ketidakefisienan gerakan-gerakan kerja menyusun batu bata”.
Dibantu Lilian, istrinya seorang Psikolog, Gilberth melakukan penelitian – penelitian. Gerakan – gerakan kerja yang dilakukan pekerja diamati dan diteliti antara lain dengan menggunakan kamera – kamera film untuk merekamnya dan kemudian mempelajari hasilnya dengan kecepatan putar yang sangat lambat.
Dari penelitian – penelitian itu akhirnya Gilberth mendapatkan suatu prosedur untuk menganalisa gerakan kerja dan memperbaikinya. Prosedur itu adalah membagi gerakan-gerakan kerja menjadi elemen-elemen gerakan dasar yang merupakan bagian dari suatu gerakan misalnya gerakan tangan mengambil sebuah gelas diurai menjadi :
- Menjangkau [Reach = Re]
- Memegang [Grasp = G]
- Mengangkut [Move = M]
Gerakan Therblig. Elemen gerakan yang dikembangkan Gilberth berjumlah 17 buah elemen gerakan
Prinsip-prinsip ini dimaksudkan untuk :
Mendapatkan suatu sistem kerja yang terancang baik sehingga memudahkan dan menyamankan gerakan-gerakan kerja untuk sejauh mungkin menghindarkan atau melambatkan datangnya kelelahan (Fatique).
Teknik industri didefinisikan sebagai suatu ilmu teknik yang berkaitan dengan perancangan, perbaikan serta instalasi sistem-sistem yang terintegrasi, yaitu setiap sistem yang terdiri dari manusia, mesin/ peralatan, informasi dan energi (misalkan suatu pabrik).
Ilmu teknik industri memanfaatkan ilmu dan keterampilan tertentu (seperti matematika, fisika, ilmu-ilmu sosial, prinsip-prinsip, methoda analisa serta perancangan dalam bidang teknik) untuk menyatakan, memperkirakan serta mengevaluasi hasil kerja dari sistem terintegrasi di atas.
B. Peminatan TI
Peminatan Teknik Industri terdiri dari dua, yaitu :
1. Sistem Manufaktur
Menekankan pada pembahasan hard system dalam disiplin teknik industri sehingga komponen sistem integral yang dipelajari mempunyai porsi yang merata dengan memperhatikan sistem manual, semi otomatis dan otomatis dalam manufaktur.
2. Manajemen Industri
Menekankan pada pembahasan soft system dalam disiplin teknik industri, dimana komponen manusia sebagai pelaku sistem integral.
C. Sejarah Teknik Industri
1. Sejarah Singkat Engineering
Joe Ogg pimpinan dalam pembuatan film cartoon pada AIIE (American Institute of Industrial Engineering) yang menggambarkan secara primitif :
- Spesialisasi pekerja.
- Methods Study.
- Material Handling.
- Quality Control.
Hal ini diperkirakan terjadi antara 10.000 – 1 juta tahun yang lalu.
* Revolusi Agricultural di Syria dan Iran tahun 8.000 SM.
Di sepanjang sungai: Nil, Euphrates dan Indus menjadi pusat perkembangan populasi penduduk. Di sini mulai berkembang tulis menulis (Writing), sistem pemerintah lokal (Local Government) dan Sains (Science). Sedangkan Untuk pertahanan militer dibangun tembok sebagai benteng di sepanjang sungai tersebut. Sehingga pada zaman ini mulai dikenal engineer di bidang arsitek, irigasi dan militer.
* Egyptian Engineering
Wall of Memphis ( 12 mil ke Utara dari Kairo ).
Hidup seorang raja arsitek bernama Kanofer yang mempunyai anak bernama Imhotep seorang arsitek. Walaupun Imhotep ini seorang arsitek tetapi dia telah meletakkan elemen dasar dari Engineering.
King Khufu’s (Great Piramid) dengan spesifikasi :
756 feet square.
480 feet tinggi.
2.300.000 blok batu @ 2,5 ton (rata-rata).
* Mesopotamian Engineering
Terletak di sebelah Utara Iran : antara Tigris dan Euphrates.
* Greek Engineering
Di Yunani menjadi gudang :
- Seni
- Filosofi
- Sains
- Literatur
- Pemerintahan.
Sekitar 500 – 400 tahun SM menjadi jaman keemasan Yunani ( Golden Age of Greece) di antaranya terdapat filsup terkenal Aristoteles, Plato dan lain-lain.
* Rome Engineering
Perkembangan :
- Civil
- Jalan.
- Jembatan.
- Bangunan.
* Oriental Engineering.
* Europe Engineering.
D. Sejarah Singkat TI
1. Adam Smith
Orang pertama yang memberikan perhatian terhadap bagaimana berproduksi secara efisien (production economics) adalah Adam Smith. Dengan bukunya The Wealth of Nation (1776) ia mempelopori spesialisasi pekerja. Dia melakukan perubahan besar dimana seorang pekerja dapat menghasilkan 1000 pin per hari, setelah digunakan spesialisasi pekerja 10 pekerja dapat menghasilkan 48.000 pin per hari dengan membuat 4 kelompok kerja.
Menurut Adam Smith ada 3 keuntungan yang diperoleh dari adanya spesialisasi pekerja, yaitu :
- Bertambahnya kecakapan atau keterampilan seseorang, jika orang tersebut mengerjakan sesuatu secara berulang-ulang.
- Hemat waktu, yang biasanya hilang karena sering bergantinya pekerjaan, dari mengerjakan sesuatu berpindah mengerjakan yang lain.
- Ditemukannya mesin-mesin atau alat – alat terspesialisir.
Dengan mengkombinasikan ketiga keuntungan tersebut, maka hal ini akan memberikan efisiensi dalam suatu perusahaan yang mengadakan devision of labor karena ongkos/ biaya rendah dan jumlah produksi meningkat.
2. Charles Babbage (1832)
Seorang ahli matematik dan ilmuwan yang menyelidiki proses produksi lebih mendalam lagi.
Setelah melalui penyelidikan yang mendalam, dia berpendapat bahwa pada proses produksi barang-barang terdapat keadaan yang tidak ekonomis, dalam hal pemakaian mesin-mesin dan tenaga manusia.
Bukunya yang berjudul On The Economy of Machinery and Mfg (1852) mengemukakan persoalan bagaimana kita menggunakan mesin-mesin dan mengorganisir orang-orang untuk memproduksi barang-barang dengan efisien dan efektif produsen menggunakan “Scientific Methods“ (Mengkombinasikan faktor-faktor produksi sehingga produksi meningkat dan biaya rendah).
Selalin memperkuat pendapat Adam Smith (Devision of Labor menguntungkan) Charles Babbage juga memperkenalkan Limiting Skill sebagai dasar untuk pembayaran upah.
Hal ini menunjukkan bahwa skills dan waktu yang diperlukan untuk setiap pekerja harus ditentukan atas dasar penyelidikan yang rasional (Skill and Time Studies ).
Dalam hal ini Charles Babbage melakukan penyelidikan atas time studies terhadap pembuatan peniti yaitu menyelidiki berapa waktu yang dibutuhkan untuk “ Time Studies”.
Pada dasarnya Charles Babbage telah memperbaiki idea divison of labor -nya Adam Smith dan mengajukan persoalan apa yang dinamakan “ fair day’s wage, for a fair day’s work” (Upah yang layak untuk pekerjaannya satu hari).
3. Ferdinant Willem Taylor – Pengukuran Waktu.
Ia bekerja di pabrik Baja AS tahun 1881 sebagai pengawas dan melihat pekerja tidak bekerja sebagaimana mestinya. Karena pengaturan jam kerja yang tidak baik. Menugaskan 2 pekerja :
Untuk mengukur seberapa besar tenaga seorang pekerja harus dikeluarkan agar pekerja tersebut dapat memberi hasil maksimal, bukan mengukur kekuatan maksimal.
Bekerja sekuat-kuatnya – hasil banyak tetapi melelahkan dan tidak tahan lama.
Bekerja dengan tenaga sedikit - tahan lama tetapi hasil sedikit.
Diantara keduanya.
Hasil kerja sangat dipengaruhi oleh :
- Lamanya waktu bekerja.
- Lamanya waktu istirahat.
- Frekwensi istirahat.
Jadi bekerja 6 jam dan istirahat 1 jam berbeda hasil yang dicapainya dengan bekerja 5 jam dan istirahat 1 jam atau 2 jam. Begitu pula akan lain hasilnya bila bekerja dengan istirahat dua kali setengah jam.
Sehubungan dengan penerapan hasil penemuannya ini, Taylor melakukan pengukuran – pengukuran waktu dengan menggunakan jam henti (Stop Watch). Sejak itulah pengukuran waktu secara teliti dan ilmiah mulai dilakukan. Dari pengukuran waktu jam henti inilah berkembang cara – cara lain seperti Data Waktu Baku, Data Waktu Gerakan, dan juga Sampling Pekerjaan.
Salah satu percbaan Taylor yang terkenal adalah percobaan menyekop dan mengangkat bijih – bijih besi.
Dua pekerja menyekop dari sekop yang terkecil sampai yang terbesar, ternyata sekop ukuran 21,5 lb yang banyak menghasilkan.
Artinya sekop – sekop yang berukuran lebih kecil atau lebih besar dari 21,5 lb tidak menghasilkan pemindahan sebanyak itu.
Secara umum dapat dikatakan jika bagi pekerjaan sejenis itu dibuatkan grafik yang menunjukkan hubungan antara beban hasil kerja total maka akan terlihat gambar berikut :
Hasil temuan Taylor :
1. Pemikiran dan usaha untuk menyelesaikan berbagai masalah secara ilmiah – The Scientific Management.
2. Mengembangkan bentuk organisasi fungsional.
Rumus umur pahat Taylor.
3. Menyelidiki faktor – faktor yang mempengaruhi umur pahat
4. FB Gilbreth (Studi Gerakan)
Pada mulanya merupakan seorang Kontraktor bangunan di AS :
“ Melihat adanya ketidakefisienan gerakan-gerakan kerja menyusun batu bata”.
Dibantu Lilian, istrinya seorang Psikolog, Gilberth melakukan penelitian – penelitian. Gerakan – gerakan kerja yang dilakukan pekerja diamati dan diteliti antara lain dengan menggunakan kamera – kamera film untuk merekamnya dan kemudian mempelajari hasilnya dengan kecepatan putar yang sangat lambat.
Dari penelitian – penelitian itu akhirnya Gilberth mendapatkan suatu prosedur untuk menganalisa gerakan kerja dan memperbaikinya. Prosedur itu adalah membagi gerakan-gerakan kerja menjadi elemen-elemen gerakan dasar yang merupakan bagian dari suatu gerakan misalnya gerakan tangan mengambil sebuah gelas diurai menjadi :
- Menjangkau [Reach = Re]
- Memegang [Grasp = G]
- Mengangkut [Move = M]
Gerakan Therblig. Elemen gerakan yang dikembangkan Gilberth berjumlah 17 buah elemen gerakan
Prinsip-prinsip ini dimaksudkan untuk :
Mendapatkan suatu sistem kerja yang terancang baik sehingga memudahkan dan menyamankan gerakan-gerakan kerja untuk sejauh mungkin menghindarkan atau melambatkan datangnya kelelahan (Fatique).
Pengertian, Definisi, Macam, Jenis dan Penggolongan Industri di Indonesia - Perekonomian Bisnis
A. Definisi dan pengertian industri
Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi adalah bagian dari industri. Hasil industri tidak hanya berupa barang, tetapi juga dalam bentuk jasa.
B. Jenis / macam-macam industri berdasarkan tempat bahan baku
1. Industri ekstraktif
Industri ekstraktif adalah industri yang bahan baku diambil langsung dari alam sekitar.
- Contoh : pertanian, perkebunan, perhutanan, perikanan, peternakan, pertambangan, dan lain lain.
2. Industri nonekstaktif
Industri nonekstaktif adalah industri yang bahan baku didapat dari tempat lain selain alam sekitar.
3. Industri fasilitatif
Industri fasilitatif adalah industri yang produk utamanya adalah berbentuk jasa yang dijual kepada para konsumennya.
- Contoh : Asuransi, perbankan, transportasi, ekspedisi, dan lain sebagainya.
C. Golongan / macam industri berdasarkan besar kecil modal
1. Industri padat modal
adalah industri yang dibangun dengan modal yang jumlahnya besar untuk kegiatan operasional maupun pembangunannya
2. Industri padat karya
adalah industri yang lebih dititik beratkan pada sejumlah besar tenaga kerja atau pekerja dalam pembangunan serta pengoperasiannya.
D. Jenis-jenis / macam industri berdasarkan klasifikasi atau penjenisannya
= berdasarkan SK Menteri Perindustrian No.19/M/I/1986 =
1. Industri kimia dasar
contohnya seperti industri semen, obat-obatan, kertas, pupuk, dsb
2. Industri mesin dan logam dasar
misalnya seperti industri pesawat terbang, kendaraan bermotor, tekstil, dll
3. Industri kecil
Contoh seperti industri roti, kompor minyak, makanan ringan, es, minyak goreng curah, dll
4. Aneka industri
misal seperti industri pakaian, industri makanan dan minuman, dan lain-lain.
E. Jenis-jenis / macam industri berdasarkan jumlah tenaga kerja
1. Industri rumah tangga
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 1-4 orang.
2. Industri kecil
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 5-19 orang.
3. Industri sedang atau industri menengah
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 20-99 orang.
4. Industri besar
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 100 orang atau lebih.
F. Pembagian / penggolongan industri berdasakan pemilihan lokasi
1. Industri yang berorientasi atau menitik beratkan pada pasar (market oriented industry)
Adalah industri yang didirikan sesuai dengan lokasi potensi target konsumen. Industri jenis ini akan mendekati kantong-kantong di mana konsumen potensial berada. Semakin dekat ke pasar akan semakin menjadi lebih baik.
2. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada tenaga kerja / labor (man power oriented industry)
Adalah industri yang berada pada lokasi di pusat pemukiman penduduk karena bisanya jenis industri tersebut membutuhkan banyak pekerja / pegawai untuk lebih efektif dan efisien.
3. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada bahan baku (supply oriented industry)
Adalah jenis industri yang mendekati lokasi di mana bahan baku berada untuk memangkas atau memotong biaya transportasi yang besar.
G. Macam-macam / jenis industri berdasarkan produktifitas perorangan
1. Industri primer
adalah industri yang barang-barang produksinya bukan hasil olahan langsung atau tanpa diolah terlebih dahulu
Contohnya adalah hasil produksi pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, dan sebagainya.
2. Industri sekunder
industri sekunder adalah industri yang bahan mentah diolah sehingga menghasilkan barang-barang untuk diolah kembali.
Misalnya adalah pemintalan benang sutra, komponen elektronik, dan sebagainya.
3. Industri tersier
Adalah industri yang produk atau barangnya berupa layanan jasa.
Contoh seperti telekomunikasi, transportasi, perawatan kesehatan, dan masih banyak lagi yang lainnya.
(http://organisasi.org/pengertian_definisi_macam_jenis_dan_penggolongan_industri_di_indonesia_perekonomian_bisnis).
Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi adalah bagian dari industri. Hasil industri tidak hanya berupa barang, tetapi juga dalam bentuk jasa.
B. Jenis / macam-macam industri berdasarkan tempat bahan baku
1. Industri ekstraktif
Industri ekstraktif adalah industri yang bahan baku diambil langsung dari alam sekitar.
- Contoh : pertanian, perkebunan, perhutanan, perikanan, peternakan, pertambangan, dan lain lain.
2. Industri nonekstaktif
Industri nonekstaktif adalah industri yang bahan baku didapat dari tempat lain selain alam sekitar.
3. Industri fasilitatif
Industri fasilitatif adalah industri yang produk utamanya adalah berbentuk jasa yang dijual kepada para konsumennya.
- Contoh : Asuransi, perbankan, transportasi, ekspedisi, dan lain sebagainya.
C. Golongan / macam industri berdasarkan besar kecil modal
1. Industri padat modal
adalah industri yang dibangun dengan modal yang jumlahnya besar untuk kegiatan operasional maupun pembangunannya
2. Industri padat karya
adalah industri yang lebih dititik beratkan pada sejumlah besar tenaga kerja atau pekerja dalam pembangunan serta pengoperasiannya.
D. Jenis-jenis / macam industri berdasarkan klasifikasi atau penjenisannya
= berdasarkan SK Menteri Perindustrian No.19/M/I/1986 =
1. Industri kimia dasar
contohnya seperti industri semen, obat-obatan, kertas, pupuk, dsb
2. Industri mesin dan logam dasar
misalnya seperti industri pesawat terbang, kendaraan bermotor, tekstil, dll
3. Industri kecil
Contoh seperti industri roti, kompor minyak, makanan ringan, es, minyak goreng curah, dll
4. Aneka industri
misal seperti industri pakaian, industri makanan dan minuman, dan lain-lain.
E. Jenis-jenis / macam industri berdasarkan jumlah tenaga kerja
1. Industri rumah tangga
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 1-4 orang.
2. Industri kecil
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 5-19 orang.
3. Industri sedang atau industri menengah
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 20-99 orang.
4. Industri besar
Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 100 orang atau lebih.
F. Pembagian / penggolongan industri berdasakan pemilihan lokasi
1. Industri yang berorientasi atau menitik beratkan pada pasar (market oriented industry)
Adalah industri yang didirikan sesuai dengan lokasi potensi target konsumen. Industri jenis ini akan mendekati kantong-kantong di mana konsumen potensial berada. Semakin dekat ke pasar akan semakin menjadi lebih baik.
2. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada tenaga kerja / labor (man power oriented industry)
Adalah industri yang berada pada lokasi di pusat pemukiman penduduk karena bisanya jenis industri tersebut membutuhkan banyak pekerja / pegawai untuk lebih efektif dan efisien.
3. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada bahan baku (supply oriented industry)
Adalah jenis industri yang mendekati lokasi di mana bahan baku berada untuk memangkas atau memotong biaya transportasi yang besar.
G. Macam-macam / jenis industri berdasarkan produktifitas perorangan
1. Industri primer
adalah industri yang barang-barang produksinya bukan hasil olahan langsung atau tanpa diolah terlebih dahulu
Contohnya adalah hasil produksi pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, dan sebagainya.
2. Industri sekunder
industri sekunder adalah industri yang bahan mentah diolah sehingga menghasilkan barang-barang untuk diolah kembali.
Misalnya adalah pemintalan benang sutra, komponen elektronik, dan sebagainya.
3. Industri tersier
Adalah industri yang produk atau barangnya berupa layanan jasa.
Contoh seperti telekomunikasi, transportasi, perawatan kesehatan, dan masih banyak lagi yang lainnya.
(http://organisasi.org/pengertian_definisi_macam_jenis_dan_penggolongan_industri_di_indonesia_perekonomian_bisnis).
Perlindungan Hukum terhadap Desain Industri Masih Kurang
JAKARTA – Dengan berlakunya UU Nomor 19 tahun 2002, tentang Hak Cipta, maka pembajakan masuk daftar “musuh besar” dalam dunia industri. Sebelum Hak Cipta, UU No.14/2001, tentang Merek dan UU No.15/2001 sudah diluncurkan terlebih dahulu.
Ketiga istilah Hak Cipta, Paten dan Merek memang sangat populer berkaitan dengan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI). Sebuah produk, biasa-nya hanya didaftar untuk memperoleh Hak Cipta, Merek atau Paten. Padahal, dalam sebuah produk, tidak hanya ketiga unsur tersebut, masih ada Desain Industri dan Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu.
Bagaimana dengan desain industri?
Perlindungan hukum terhadap desain industri seolah tenggelam dalam hingar bingar kampanye anti pembajakan. Bagi kebanyakan orang istilah desain industri masih asing
Terbitnya UU mengenai Desain Industri memang tergolong baru – UU Nomor 31 Tahun 2000 yang berlaku sejak 20 Desember 2000. Pendaftarannya sendiri baru dimulai pada 16 Juni 2001. Tak heran, bila desain industri kalah beken dibandingkan Hak Cipta, Paten atau Merek.
Padahal desain bagi masyarakat menjadi indikator akan nilai sebuah produk. Lihat saja, bagaimana desain telepon selular, mobil, motor, produk elektronik atau produk lain berubah demikian cepat. Dengan desain yang semakin menarik maka nilai sebuah produk ikut terdongkrak.
Namun, ironisnya desain yang di daftar masih sangat sedikit dibandingkan begitu banyak jumlah produk yang dikeluarkan dalam industri.
Direktur Hak Cipta, Desain Industri, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang Departemen Kehakiman dan HAM, Emawati Junus mengakui besarnya ketidaktahuan masyarakat terhadap perlindungan desain industri.
Saat ini, pendaftaran terhadap desain industri yang masuk baru 8000 aplikasi dan di antaranya hanya 49 aplikasi berasal dari Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Statistik pemohon dari luar negeri 14 persen dan 86 persen berasal dari dalam negeri.
“Hak Cipta memang lebih dikenal daripada desain industri. Bagi masyarakat desain industri masih sangat baru,” ujarnya.
Jika Hak Cipta atau Merek adalah perlindungan terhadap produk tersebut maka desain industri adalah perlindungan terhadap penampakan suatu produk. Jadi perlindungan lebih pada bentuk kreasi penampakan dan konfigurasi yang tampak pada suatu produk bukan perlindungan terhadap produk tersebut.
Mendapat Hak
Setiap orang yang mendapat persetujuan dari Direktorat HKI maka mendapat hak desain industri atau monopoli selama 10 tahun. Pemegang hak desain industri ini mempunyai hak memberi izin atau melarang orang lain untuk membuat, menjual, mengimpor, mengekspor atau mengedarkan barang yang telah diberikan hak desain industri.
Dirjen Hak Kekayaan Intelektual Depkeh HAM, Abdul Bari Azed menegaskan, desain industri akan mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi. Bagaimanapun perlindungan terhadap desain industri akan meningkatkan kreativitas dalam menciptakan produk yang beragam di sektor manufaktur serta kerajinan.
Namun, Abdul Bari Azed mengakui pemerintah sangat minim melakukan sosialisasi mengenai desain industri. Karena itu, tidak aneh bila kemudian ada ketidaktahuan masyarakat akan desain industri. Jika begini fasilitas keringanan yang diberikan untuk UKM tingkat realisasinya sangat rendah.
Dalam PP Nomor 50 Tahun 2001, ada biaya khusus yang diberikan untuk UKM, pelajar atau mahasiswa dalam mendaftarkan desainnya. Kelompok ini mendapat keringanan 50 persen dari Rp 600.000 setiap kali pendaftaran.
Mudah Dibajak
Bayangkan jika desain sebuah produk tidak berubah. Lebih parah lagi, pertumbuhan dari industri minus. Jika itu yang terjadi pertumbuhan ekonomi juga tidak ada. Desain merupakan aset produk, bagian dari kreativitas manusia.
Kreativitas ini perlu ditingkatkan supaya bisa bersaing di perdagangan global.
Industri dan desain menjadi dua hal yang tak bisa dipisahkan. Dalam hal inilah, industri cenderung rendah dalam pengembangan desain. Tak pe-lak, bila kemudian sebuah kreativitas dibajak.
Menurut Guru Besar Desain Produk Industri ITB, Imam Buchori Zaenuddin hal itu disebabkan ada kegamangan dari industri untuk mengembangkan produk yang siklus hidupnya berjangka panjang dengan alasan investasi semacam itu penuh risiko. Selain itu, kurangnya wawasan industri tentang desain dan adanya anggapan penelitian desain membutuhkan biaya yang mahal serta belum adanya kejelasan hubungan antara industri dengan pendesain.
Pembajakan desain memang tak jarang dianggap sepi, tak heran kasus pembajakan ini yang muncul ke permukaan nyaris tidak ada. Padahal sebuah desain, sangat mudah untuk dijiplak. Misalnya dalam pameran, khususnya UKM, umumnya akan memamerkan produk belum didaftarkan.
Dengan hanya memotret produk itu, membuatnya dengan desain yang sama dan mendaftarkan atas nama dirinya maka dia mendapatkan hak atas desain produk tersebut. Secara tidak langsung sesorang bisa mendapatkan hak desain industri yang seharusnya milik orang lain secara legal.
Harus Berjaga-jaga
Industri maupun masyarakat, ujar Emawati harus berjaga-jaga dengan pembajakan desain. Terlebih, banyaknya industri terutama UKM yang tidak peduli dengan hak ini. Karena itu, pendesain kerap tidak mempunyai hak atas kerativitas yang dihasilkannya.
“Pendesain akhirnya hanya jadi tukang dan yang mendaftarkan adalah orang lain, bahkan kepemilikan hak desain adalah orang asing,” ujar Emawati.
Pihaknya, ujar Emawati tengah mengupayakan agar UKM, pelajar dan mahasiswa mendapat pembebasan atas biaya pendaftaran seperti yang dilakukan pemerintah Korea. Tak pelak, desain industri sangat berkembang di negara ginseng tersebut.
Imam Buchori mengemukakan, Korea mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat tidak terlepas dari kebijakan pemerintahnya dalam memberdayakan desain. Korea sangat ambisius menjadikan negaranya sebagai design leading countries.
Korea secara khusus membentuk lembaga yang diserahi tugas mempromosikan desain produk, yakni Korean Industrial Design Promotion.
Lembaga ini gila-gilaan melakukan riset desain industri yang bersifat fundamental. Pemerintah Korea mengalokasikan dana riset untuk jangka 5 – 10 tahun yang jumlahnya sangat besar, namun hasilnya harus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi nasional.
Kelemahan Sistem
Rasanya terciptanya persaingan yang adil masih jauh. Sampai saat ini saja pemerintah masih mencari bentuk perlindungan desain industri. Sistem pendaftaran yang berlaku dinilai mempunyai banyak kelemahan, sehingga memberi peluang bentuk kecurangan.
Emawati mengatakan, kepemilikan hak desain industri akan dikeluarkan terhadap semua pemohon pertama, apabila tidak ada yang mengajukan keberatan.
“Siapa yang lebih dulu mendaftarkan dan tidak ada oposisi, kami akan mengeluarkan sertifikat hak desain industri,” kata Emawati.
Berdasarkan aturan desain yang didaftar tersebut adalah desain industri baru, bukan desain industri yang sudah lama. Namun, dalam sistem ini sarat dengan kekhawatiran apabila desain yang didaftar ternyata desain lama.
Sistem pendaftaran tidak memungkinkan adanya pemeriksaan subtantif seperti halnya paten atau merek.
Dibandingkan negara lain, seperti Korea sudah menganut sistem fully examination atau pemeriksaan secara penuh. Pemeriksaan semacam ini meminimalkan bentuk kecurangan. Setiap pengajuan permohonan hak desain industri akan diperiksa latar belakang produk tersebut.
“Hanya saja sistem ini membutuhkan biaya yang besar. Apakah pemerintah bersedia mengeluarkan dana untuk itu,” ujar Emawati.
Pada satu sisi Emawati mengatakan, saat ini perhatian pemerintah lebih pada mendorong lahirnya kreativitas. Kretaivitas ini diharapkan akan meningkatkan nilai jual sehingga semakin kompetitif. Akan tetapi tanpa dorongan dari pemerintah hal ini mustahil. Di negara maju, kesadaran perlunya mendaftarkan hak desain industri sangat luar biasa berbanding terbalik dengan Indonesia.
Alangkah indahnya jika negara seperti Korea mampu mendongkrak perekonomiannya lewat desain industri. Di Indonesia, tunggu dulu! (mis)
Copyright © Sinar Harapan 2003 (http://www.sinarharapan.co.id/ekonomi/industri/2003/0910/ind1.html).
Ketiga istilah Hak Cipta, Paten dan Merek memang sangat populer berkaitan dengan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI). Sebuah produk, biasa-nya hanya didaftar untuk memperoleh Hak Cipta, Merek atau Paten. Padahal, dalam sebuah produk, tidak hanya ketiga unsur tersebut, masih ada Desain Industri dan Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu.
Bagaimana dengan desain industri?
Perlindungan hukum terhadap desain industri seolah tenggelam dalam hingar bingar kampanye anti pembajakan. Bagi kebanyakan orang istilah desain industri masih asing
Terbitnya UU mengenai Desain Industri memang tergolong baru – UU Nomor 31 Tahun 2000 yang berlaku sejak 20 Desember 2000. Pendaftarannya sendiri baru dimulai pada 16 Juni 2001. Tak heran, bila desain industri kalah beken dibandingkan Hak Cipta, Paten atau Merek.
Padahal desain bagi masyarakat menjadi indikator akan nilai sebuah produk. Lihat saja, bagaimana desain telepon selular, mobil, motor, produk elektronik atau produk lain berubah demikian cepat. Dengan desain yang semakin menarik maka nilai sebuah produk ikut terdongkrak.
Namun, ironisnya desain yang di daftar masih sangat sedikit dibandingkan begitu banyak jumlah produk yang dikeluarkan dalam industri.
Direktur Hak Cipta, Desain Industri, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang Departemen Kehakiman dan HAM, Emawati Junus mengakui besarnya ketidaktahuan masyarakat terhadap perlindungan desain industri.
Saat ini, pendaftaran terhadap desain industri yang masuk baru 8000 aplikasi dan di antaranya hanya 49 aplikasi berasal dari Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Statistik pemohon dari luar negeri 14 persen dan 86 persen berasal dari dalam negeri.
“Hak Cipta memang lebih dikenal daripada desain industri. Bagi masyarakat desain industri masih sangat baru,” ujarnya.
Jika Hak Cipta atau Merek adalah perlindungan terhadap produk tersebut maka desain industri adalah perlindungan terhadap penampakan suatu produk. Jadi perlindungan lebih pada bentuk kreasi penampakan dan konfigurasi yang tampak pada suatu produk bukan perlindungan terhadap produk tersebut.
Mendapat Hak
Setiap orang yang mendapat persetujuan dari Direktorat HKI maka mendapat hak desain industri atau monopoli selama 10 tahun. Pemegang hak desain industri ini mempunyai hak memberi izin atau melarang orang lain untuk membuat, menjual, mengimpor, mengekspor atau mengedarkan barang yang telah diberikan hak desain industri.
Dirjen Hak Kekayaan Intelektual Depkeh HAM, Abdul Bari Azed menegaskan, desain industri akan mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi. Bagaimanapun perlindungan terhadap desain industri akan meningkatkan kreativitas dalam menciptakan produk yang beragam di sektor manufaktur serta kerajinan.
Namun, Abdul Bari Azed mengakui pemerintah sangat minim melakukan sosialisasi mengenai desain industri. Karena itu, tidak aneh bila kemudian ada ketidaktahuan masyarakat akan desain industri. Jika begini fasilitas keringanan yang diberikan untuk UKM tingkat realisasinya sangat rendah.
Dalam PP Nomor 50 Tahun 2001, ada biaya khusus yang diberikan untuk UKM, pelajar atau mahasiswa dalam mendaftarkan desainnya. Kelompok ini mendapat keringanan 50 persen dari Rp 600.000 setiap kali pendaftaran.
Mudah Dibajak
Bayangkan jika desain sebuah produk tidak berubah. Lebih parah lagi, pertumbuhan dari industri minus. Jika itu yang terjadi pertumbuhan ekonomi juga tidak ada. Desain merupakan aset produk, bagian dari kreativitas manusia.
Kreativitas ini perlu ditingkatkan supaya bisa bersaing di perdagangan global.
Industri dan desain menjadi dua hal yang tak bisa dipisahkan. Dalam hal inilah, industri cenderung rendah dalam pengembangan desain. Tak pe-lak, bila kemudian sebuah kreativitas dibajak.
Menurut Guru Besar Desain Produk Industri ITB, Imam Buchori Zaenuddin hal itu disebabkan ada kegamangan dari industri untuk mengembangkan produk yang siklus hidupnya berjangka panjang dengan alasan investasi semacam itu penuh risiko. Selain itu, kurangnya wawasan industri tentang desain dan adanya anggapan penelitian desain membutuhkan biaya yang mahal serta belum adanya kejelasan hubungan antara industri dengan pendesain.
Pembajakan desain memang tak jarang dianggap sepi, tak heran kasus pembajakan ini yang muncul ke permukaan nyaris tidak ada. Padahal sebuah desain, sangat mudah untuk dijiplak. Misalnya dalam pameran, khususnya UKM, umumnya akan memamerkan produk belum didaftarkan.
Dengan hanya memotret produk itu, membuatnya dengan desain yang sama dan mendaftarkan atas nama dirinya maka dia mendapatkan hak atas desain produk tersebut. Secara tidak langsung sesorang bisa mendapatkan hak desain industri yang seharusnya milik orang lain secara legal.
Harus Berjaga-jaga
Industri maupun masyarakat, ujar Emawati harus berjaga-jaga dengan pembajakan desain. Terlebih, banyaknya industri terutama UKM yang tidak peduli dengan hak ini. Karena itu, pendesain kerap tidak mempunyai hak atas kerativitas yang dihasilkannya.
“Pendesain akhirnya hanya jadi tukang dan yang mendaftarkan adalah orang lain, bahkan kepemilikan hak desain adalah orang asing,” ujar Emawati.
Pihaknya, ujar Emawati tengah mengupayakan agar UKM, pelajar dan mahasiswa mendapat pembebasan atas biaya pendaftaran seperti yang dilakukan pemerintah Korea. Tak pelak, desain industri sangat berkembang di negara ginseng tersebut.
Imam Buchori mengemukakan, Korea mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat tidak terlepas dari kebijakan pemerintahnya dalam memberdayakan desain. Korea sangat ambisius menjadikan negaranya sebagai design leading countries.
Korea secara khusus membentuk lembaga yang diserahi tugas mempromosikan desain produk, yakni Korean Industrial Design Promotion.
Lembaga ini gila-gilaan melakukan riset desain industri yang bersifat fundamental. Pemerintah Korea mengalokasikan dana riset untuk jangka 5 – 10 tahun yang jumlahnya sangat besar, namun hasilnya harus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi nasional.
Kelemahan Sistem
Rasanya terciptanya persaingan yang adil masih jauh. Sampai saat ini saja pemerintah masih mencari bentuk perlindungan desain industri. Sistem pendaftaran yang berlaku dinilai mempunyai banyak kelemahan, sehingga memberi peluang bentuk kecurangan.
Emawati mengatakan, kepemilikan hak desain industri akan dikeluarkan terhadap semua pemohon pertama, apabila tidak ada yang mengajukan keberatan.
“Siapa yang lebih dulu mendaftarkan dan tidak ada oposisi, kami akan mengeluarkan sertifikat hak desain industri,” kata Emawati.
Berdasarkan aturan desain yang didaftar tersebut adalah desain industri baru, bukan desain industri yang sudah lama. Namun, dalam sistem ini sarat dengan kekhawatiran apabila desain yang didaftar ternyata desain lama.
Sistem pendaftaran tidak memungkinkan adanya pemeriksaan subtantif seperti halnya paten atau merek.
Dibandingkan negara lain, seperti Korea sudah menganut sistem fully examination atau pemeriksaan secara penuh. Pemeriksaan semacam ini meminimalkan bentuk kecurangan. Setiap pengajuan permohonan hak desain industri akan diperiksa latar belakang produk tersebut.
“Hanya saja sistem ini membutuhkan biaya yang besar. Apakah pemerintah bersedia mengeluarkan dana untuk itu,” ujar Emawati.
Pada satu sisi Emawati mengatakan, saat ini perhatian pemerintah lebih pada mendorong lahirnya kreativitas. Kretaivitas ini diharapkan akan meningkatkan nilai jual sehingga semakin kompetitif. Akan tetapi tanpa dorongan dari pemerintah hal ini mustahil. Di negara maju, kesadaran perlunya mendaftarkan hak desain industri sangat luar biasa berbanding terbalik dengan Indonesia.
Alangkah indahnya jika negara seperti Korea mampu mendongkrak perekonomiannya lewat desain industri. Di Indonesia, tunggu dulu! (mis)
Copyright © Sinar Harapan 2003 (http://www.sinarharapan.co.id/ekonomi/industri/2003/0910/ind1.html).
Langganan:
Postingan (Atom)